BUKU KOPASSUS UNTUK INDONESIA PDF

Buku dengan desain gaul itu membuka rahasia dapur korps terbaik ketiga di dunia itu, termasuk operasi intelijen bawah tanah. Seperti apa? Gaya pakaiannya juga santai. Turun dari mobil New Honda City metalik, dia disambut hormat oleh prajurit Kopassus. Siang itu suasana sekitar Kesatrian Kopassus agak lengang.

Author:Junris Nitaur
Country:Reunion
Language:English (Spanish)
Genre:Education
Published (Last):20 August 2008
Pages:181
PDF File Size:8.32 Mb
ePub File Size:7.86 Mb
ISBN:802-5-38884-620-4
Downloads:12282
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Shakahn



Gaya pakaiannya juga santai. Turun dari mobil New Honda City metalik, dia disambut hormat oleh prajurit Kopassus. Siang itu suasana sekitar Kesatrian Kopassus agak lengang. Sebab, pada jam dinas, semua prajurit sibuk dengan tugas masing-masing. Nama lengkapnya Erastiani Asikin Natanegara. Bersama penulis lain, Iwan Santosa, mereka diberi kepercayaan penuh oleh Komandan Jenderal Danjen Kopassus untuk menulis buku yang mulai beredar tiga minggu lalu itu.

Farid adalah alumnus Akmil yang juga menjadi salah satu narasumber buku. Mantan kepala staf pribadi Kaspri Danjen Kopassus itu juga menjadi anggota tim penyusun buku bersama 16 orang lainnya. Menurut Farid, Kopassus sengaja meminta orang luar agar tulisannya objektif. Kita memang buka apa adanya. Misalnya, cerita seorang anggota Sandhi Yudha Kopassus yang bertugas sebagai intelijen Kopassus saat masa darurat militer di Aceh pada Untuk menyukseskan misinya, Badri harus menyamar sebagai pedagang durian dari Medan.

Berselang setahun, sendirian, Badri menembus akses untuk mendapat kepercayaan anggota GAM. Agar jaringan intelijen sempurna dan tidak bocor, Badri tidak pernah diketahui identitasnya sebagai anggota Kopassus kecuali oleh beberapa pimpinan operasi.

Meski menyamar sebagai pedagang durian, Badri menggunakan kesempatan itu untuk menyabot senjata-senjata GAM. Mereka bertugas di tengah-tengah kelompok Merah Nasrani dan kelompok Putih muslim. Namun, ternyata, sumber kerusuhan adalah sniper penembak jitu gelap yang memprovokasi serangan. Kebetulan Nyoman pernah menceritakan kisahnya secara singkat kepada Jawa Pos beberapa bulan lalu saat tak sengaja bertemu di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Dalam buku itu, dikisahkan bahwa Nyoman memerintahkan beberapa anggota tim untuk mencari asal sniper yang menembak di malam hari. Mereka juga menyadap saluran HT pasukan Nyoman. Bahkan, kata sandi Nyoman saat itu yakni Arjuna 2 juga diketahui. Berdasar penghitungan matang, Nyoman akhirnya memerintahkan tim dengan seizin Pangdam Pattimura saat itu dijabat Mayjen M. Yasa menyerbu Hotel Wijaya. Terjadi baku tembak selama dua jam sebelum seluruh sniper dilumpuhkan.

Tidak khawatir strategi Kopassus bocor ke tangan intelijen asing? Menurut Farid, kekhawatiran selalu ada. Bumbunya tidak semua orang tahu, tapi hasilnya enak. Tanpa bermaksud sombong, kata Farid, Kopassus mempunyai kemampuan intelijen dan antiteror yang bisa diandalkan. Saat ditanya tentang operasi Densus 88 di Temanggung yang butuh waktu 17 jam untuk meringkus Ibrohim, otak peledakan Ritz-Carlton, Farid menggeleng.

Cukuplah masyarakat yang menilai dengan buku. Kalau memang Kopassus jelek, ya, silakan dianggap jelek. Apa pun itu kami bangga bertugas demi negara. Masih banyak kisah lain yang ditulis Esti. Misalnya, proses perekrutan anggota Kopassus yang ketat. Seorang prajurit yang bisa diterima Kopassus harus bisa berlari 12 menit dengan jarak tempuh minimal 2. Lalu pull up 12 kali, push up 40 kali minimal dalam satu menit, sit up 40 kali minimal dalam satu menit, renang dasar 50 meter dan tidak takut ketinggian lebih dari 15 meter.

Setelah itu mereka harus ikut seleksi psikologi dan jika lolos harus menjalani pendidikan komando selama tujuh bulan. Pelatihan itu sangat berat. Kisah-kisah kegalakan pelatih juga dideskripsikan. Encun yang ahli melempar pisau komando itu sudah melatih spesialisasi komando 26 tahun. Kisah-kisah humanis anggota Kopassus saat bertugas di luar negeri juga dideskripsikan.

Juga saat korps baret merah itu menjadi garda depan penanggulangan bencana alam. Wanita alumnus Sastra Tiongkok, Universitas Indonesia itu mengaku hanya butuh tiga minggu untuk menyelesaikan bukunya.

Interaksi tiga minggu itu telah mengubah pandangannya tentang Kopassus. Dia mencontohkan salah seorang bintara bernama Serka Sumardi. Orang itu istimewa karena sudah 14 kali ditugaskan di medan operasi. Sedangkan rata-rata prajurit yang lain hanya empat kali. Sumardi pernah sekali ditugaskan sebagai anggota pasukan PBB di Bosnia. Ternyata selama 14 kali terjun operasi, dia selalu dilempar ke udara dengan parasut dan belum pernah sekalipun naik pesawat.

Farid tertawa lepas.

PIP STANDARD STF05501 PDF

Jual Buku Kopassus Untuk Indonesia

Buku yang dilengkapi dengan dokumentasi berwarna ini bercerita tentang siapa itu Kopassus. Refleksi sosok Kopassus itu diperoleh dari kisah dan pengalaman yang dituturkan langsung oleh para prajurit anggota Kopassus dari berbagai pangkat dan jabatan selama tugas pengabdian mereka kepada bangsa ini, baik di dalam maupun di luar negeri. Bagaimana alasan unik seorang Serka Asmujiono yang memilih menjadi anggota Kopassus padahal sebelum masuk militer ia sudah hidup mapan dari hasil usaha berjualan buah-buahan di Surabaya. Kita bisa mengenal sosok Kopassus yang ditempa untuk menjadi sosok prajurit yang bertempur tanpa rasa takut tetapi tidak nekad, merangkul namun waspada, mendamaikan kubu yang berseteru dengan menghargai perbedaan, seperti yang dialami oleh salah seorang anggota Sandi Yudha Kopassus berpangkat sersan yang harus bertaruh nyawa menyamar jadi tukang durian di sarang GAM sampai akhirnya mendapat kepercayaan dari para petinggi GAM.

EL PROCESO DE CAMBIO PEGGY PAPP PDF

Kopassus untuk Indonesia

Gaya pakaiannya juga santai. Turun dari mobil New Honda City metalik, dia disambut hormat oleh prajurit Kopassus. Siang itu suasana sekitar Kesatrian Kopassus agak lengang. Sebab, pada jam dinas, semua prajurit sibuk dengan tugas masing-masing. Nama lengkapnya Erastiani Asikin Natanegara. Bersama penulis lain, Iwan Santosa, mereka diberi kepercayaan penuh oleh Komandan Jenderal Danjen Kopassus untuk menulis buku yang mulai beredar tiga minggu lalu itu.

Related Articles