BIDADARI BIDADARI SURGA TERE LIYE PDF

Aug 27, Nurul rated it it was amazing Almost a perfect book. But although I said almost, the book is amazing. Written in a simple sentences, it carries a great story telling about the love between siblings and between children and their mother. It tells us also about the preciousness of working hard and working hard as shown by all the siblings: Laisa, Dalimunte, Ikanuri, Wibisana and Yashinta.

Author:Julkree Brarg
Country:Suriname
Language:English (Spanish)
Genre:Software
Published (Last):7 August 2004
Pages:197
PDF File Size:19.32 Mb
ePub File Size:5.55 Mb
ISBN:649-5-13482-852-2
Downloads:78925
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Mejas



Juga cinta, semangat, kerja keras, dan doa kepada Tuhan. Namun, Tere-Liye mengemasnya dengan begitu cantik, apik, menyentuh, dan sangat manusiawi. Deskripsinya tentang keindahan alam Lembah Lahambay yang dikelilingi batu cadas setinggi lima meter, Gunung Kendeng, sungai, hutan rimba, dan kebun strawberry nyaris sempurna.

Pembaca seolah-olah menyaksikan sendiri panorama-panorama tersebut di depan matanya, persis menonton sebuah film dengan alur maju-mundur yang begitu rapat.

Dalam novel ini kita bisa belajar banyak hal, selain yang aku sebutkan di atas. Manusia hanya bisa berikhtiar dan berdoa, tapi keputusan akhir tetaplah di tangan Allah. Kak Laisa, seorang teladan dalam keluarga yang sudah terbiasa bekerja keras setelah babak ayah nya meninggal karena dimakan harimau Gunung Kendeng.

Kak Lais, begitu ia dipanggil, memiliki keterbatasan fisik. Tubuhnya pendek ketika dewasa hanya setinggi dada adik-adiknya , hitam, rambut kumal, dan gemuk serta dempal. Berbeda sekali dengan keempat adiknya yang tampan-tampan dan cantik. Ia mungkin tidak memiliki kecantikan fisik yang didambakan oleh setiap lelaki, tetapi ia memiliki kecantikan hati yang luar biasa yang mungkin sebetulnya lebih dibutuhkan oleh semua lelaki.

Bagaimana tidak, Kak Lais dengan ikhlas meminta kepada mamak ibu nya untuk berhenti sekolah saja saat kelas 4 SD, demi melihat keempat adik tirinya bisa sekolah, karena ia tahu saat itu mamaknya tidak punya cukup uang untuk menyekolahkan kelima anaknya sekaligus.

Dengan ketekunan kerjanya bersama mamak, akhirnya Lais berhasil memiliki ribuan hektar kebun strawberry yang sebelumnya sama sekali belum pernah ditanam oleh penduduk Lembah Lahambay. Ikanuri dan Wibisana meskipun beda jarak usianya satu tahun tetapi sering dianggap kembar, berhasil mendirikan bengkel mobil modifikasi dan akan membangun pabrik spare-part mobil sport, dan Yashinta si bungsu yang mendapat beasiswa S2 ke Belanda dan menjadi peneliti untuk konservasi ekologi, meneliti tentang burung Peregrin atau Alap-alap Kawah dan sejenisnya, serta menjadi kontributor foto untuk majalah National Geographic.

Keempat adiknya tergolong mudah dalam mencari jodoh. Bagaimana tidak, mereka secara fisik menarik, pandai, shaleh, bisa menempatkan diri dengan baik, dan tetap rendah hati.

Sedangkan Kak Lais? Hingga usianya 40 tahun lebih, belum juga mendapatkan jodohnya. Kak Lais bukannya tidak peduli dengan omongan penduduk kampung, apalagi setelah dilintasi ditinggal menikah lebih dulu tiga kali oleh adik-adiknya, tetapi Kak Lais selalu mengatakan kepada Dalimunte bahwa Allah telah mengirimkan keluarga terbaik dalam hidupnya, dan itu sudah cukup. Ia menerima takdir Tuhannya dengan lapang dada, meski tak dipungkiri setiap habis shalat tahajjud ia sering menghabiskan waktu sendirian di lereng bukit, bernostalgia tentang adik-adiknya yang dulu nakal sekali sekarang sudah sukses semua, dan tentunya merenungi tentang hidupnya sendiri; memandangi kebun strawberry yang luas, menuggu hingga langit menyemburatkan cahayanya tanda subuh menjelang.

Dalimunte lah yang sering menemani kakaknya disana, setiap dua bulan sekali kepulangannya dari luar negeri. Hingga hari kematian Kak Lais tiba karena kanker paru-paru stadium IV yang telah disembunyikan dari adik-adiknya selama sepuluh tahun, Allah belum juga menurunkan jodohnya ke bumi. Tapi mamaknya yakin sekali bahwa Lais adalah bidadari surga. Dan sungguh di surga ada bidadari-bidadari bermata jeli QS Al-Waqiah: 22 , Pelupuk mata bidadari-bidadari itu selalu berkedip-kedip bagaikan sayap burung indah.

Maka, dalam epilog novel ini, Tere-Liye menulis: "Dengarkanlah kabar gembira ini. Dan kabar baik itu pastilah benar. Bidadari surga parasnya cantik luar biasa. Novel ini nyaris sempurna. Namun, ada beberapa kalimat awal dalam bab 39 halaman dan bab 44 halaman yang sedikit mengganggu alur cerita. Di bab 39, paragraf pertama, pengarang menulis seperti ini: "Terus terang, mengungkit masa lalu Laisa bukanlah bagian yang menyenangkan. Tetapi tidak adil jika kalian tidak tahu ceritanya.

Apalagi untuk mengerti utuh semua kisah ini. Mengerti betapa Kak Laisa tulus melakukan semuanya. Maka, dengan melanggar janjiku kepada keluarga mereka, ijinkanlah aku menceritakannya. Tere-Liye adalah saksi hidup atas peristiwa dalam keluarga mamak dan Laisa. Dan dia adalah salah satu penerima SMS mamak selain keempat anaknya yang lain yang mengabarkan tentang kondisi Laisa yang sedang kritis.

Setelah dua halaman tersebut, pengarang kembali melanjutkan ceritanya dengan alur maju. Agak janggal membaca novel seperti ini. Misalnya, tentang apa hubungan pengarang dengan kisah yang ditulisnya, bagaimana perang batin dalam diri pengarang tentang apa yang boleh dan tidak boleh dikisahkan dalam novel ini, dan sebagainya. Overall, novel ini sangat layak diapresiasi! Apalagi jika benar bahwa ini cerita nyata dan telah dibaca oleh ribuan bahkan jutaan pasang mata, tidaklah mustahil jika suatu saat hikmah dalam novel ini akan memberi perubahan besar terhadap Indonesia khususnya, karena masyarakat kita telah memahami pentingnya kerja keras, doa, cinta, semangat, pantang menyerah, dan kerja keras serta kerja keras lagi.

Good job! I like it! Dan rasanya menulis resensi tidak perlu sepanjang ini, hehe. By the way, kalo ada yang pengen aku meresensikan sebuah buku atau yang sedang ingin tahu apa isi buku tertentu, cukup beri aku satu sampelnya beri lo ya, bukan meminjami , lalu akan aku baca dan tulis resensinya. Setelah membaca novel ini, aku jadi tergelitik untuk mengulas sedikit tetang poligami nggak, disini nggak ada cerita poligaminya, hanya Kak Laisa hampir pernah dipoligami, tapi urung , juga cinta.

Aku akan membahasnya secara ringan saja, karena aku juga bukan ahli fiqih atau ahli cinta nah lo. Hanya menceritakan pengalaman yang pernah aku dapatkan saja, dari teman-temanku. Hmm… semoga Tuhan memberiku kekuatan untuk menulisnya suatu saat kelak, di blog ini.

AMY BARTOL INTUITION PDF

Bidadari Bidadari Surga by Tere Liye

Harga: Satu sisi Laisa digambarkan sebagai kakak yang galak dan tegas, mengejar-ngejar adiknya yang bolos sekolah dengan rotan dan ranting kayu. Di Goodreads, novel ini mendapat rating rata-rata empat lebih dari maksimal lima bintang. Akhirnya, saya pun tertarik untuk membacanya, terlebih saya belum pernah menonton film ini di bioskop.

YAMAHA RX V867 MANUAL PDF

Resensi buku: "BIDADARI-BIDADARI SURGA" karya Tere-Liye

.

Related Articles