BALANTIDIASIS ADALAH PDF

Ini adalah satu-satunya anggota dari divisi ciliate yang diketahui sebagai patogen ke manusia. Sejarah dan Epidemiologi Pertama yang mempelajari Balantidiasis pada manusia dilakukan oleh Cassagrandi dan Barnagallo pada Namun, percobaan ini tidak berhasil menemukan pembuat infeksi dan tidak jelas apakah ia Balantidium coli atau bukan. Yang pertama kasus dari Balantidiasis di Filipina, di mana ia adalah yang paling umum, dilaporkan pada

Author:Brajas Tejar
Country:Angola
Language:English (Spanish)
Genre:Relationship
Published (Last):28 April 2006
Pages:95
PDF File Size:12.31 Mb
ePub File Size:15.33 Mb
ISBN:789-4-58312-786-7
Downloads:64101
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kakora



Ini adalah satu-satunya anggota dari divisi ciliate yang diketahui sebagai patogen ke manusia. Sejarah dan Epidemiologi Pertama yang mempelajari Balantidiasis pada manusia dilakukan oleh Cassagrandi dan Barnagallo pada Namun, percobaan ini tidak berhasil menemukan pembuat infeksi dan tidak jelas apakah ia Balantidium coli atau bukan. Yang pertama kasus dari Balantidiasis di Filipina, di mana ia adalah yang paling umum, dilaporkan pada Babi adalah reservoir utama dari parasit, dan infeksi manusia lebih sering terjadi di daerah-daerah di mana babi banyak berinteraksi dengan manusia.

Ini termasuk tempat-tempat seperti Filipina, sebagaimana disebutkan sebelumnya, tetapi juga termasuk negara- negara seperti Bolivia dan Papua Nugini. Tetapi babi tidak satu-satunya hewan dimana parasit ditemukan. Jepang dalam sebuah kajian yang menganalisis fecal sampel di 56 spesies berhubung dgn Hewan mamalia, Balantidium coli ditemukan tidak hanya dalam semua Babi liar diuji dengan boars liar dan babi yang dianggap spesies yang sama , itu juga ditemukan dalam lima jenis spesies non manusia: simpanse Pan troglodytes , Hylobates lar, Squirrelmonkey Saimiri sciurea , Kudus yakis Comopithecus hamadryas , dan Jepang macaque Macaca fuscata.

Dalam studi lainnya, adalah Balantidium coli juga ditemukan di spesies dari pesanan Rodentia dan Carnivora. Morfologi J trophozoite dari Balantidium coli Balantidium coli ada di salah satu dari dua tahap pembangunan: Trophozoites dan Cysts.

Penyalahgunaan ukurannya adalah pada tahap ini yang memungkinkan Balantidium coli menjadi ciri sebagai terbesar protozoan parasit manusia.

Trophozoites memiliki macronucleus baik dan micronucleus, dan keduanya biasanya terlihat. Pada tahap ini, organisme tidak infective tetapi dapat replikasi oleh pembelahan biner melintang. Berbeda dengan trophozoite, permukaan yang hanya ditutupi dengan bulu mata, yang memiliki bentuk cyst sulit dinding yang terbuat dari satu atau lebih lapisan.

The cyst ini juga berbeda dari formulir trophozoite karena non-mobil dan tidak mengalami reproduksi. Namun, cyst adalah bentuk parasit yang berlangsung ketika penyebab infeksi.

The organism is surrounded by cilia Organisme yang dikelilingi oleh bulu mata Infeksi terjadi bila sebuah host ingests cyst, yang biasanya terjadi selama kejangkitan konsumsi air atau makanan. Setelah cyst adalah ingested, melalui host dari sistem pencernaan.

Sementara cyst menerima beberapa perlindungan dari degradasi lingkungan oleh acidic dari perut melalui penggunaan dari luar tembok, kemungkinan yang akan dimusnahkan pada pH lebih rendah dari 5, sehingga lebih mudah untuk bertahan di stomachs of malnourished individu yang memiliki sedikit asam lambung. Setelah cyst mencapai usus halus, trophozoites diproduksi. Beberapa trophozoites menyerbu tembok yang menggunakan titik dua proteolytic enzymes dan multiply, dan beberapa dari mereka kembali ke lumen.

Pada lumen trophozoites Mei hancur atau mengalami encystation. Encystation yang dipicu oleh dehidrasi isi dari usus dan biasanya terjadi di distal usus besar, tetapi mungkin juga terjadi di luar tuan rumah dalam kotoran. Sekarang dalam bentuk cyst dewasa, cysts akan dilepaskan ke dalam lingkungan di mana mereka bisa pergi ke menulari baru host.

Diagnosa penyakit Diagnosis dari Balantidiasis bisa menjadi proses rumit, sebagian karena gejala terkait mungkin atau tidak hadir. Namun, dari diagnosa Balantidiasis dapat dipertimbangkan bila pasien diare telah digabungkan dengan kemungkinan sejarah sekarang terpapar amebiasis melalui perjalanan, kontak dengan orang terinfeksi, atau anal intercourse.

Selain itu, dari diagnosa Balantidiasis dapat dibuat oleh pemeriksaan mikroskopis dari sampel kotoran atau jaringan. Pencegahan Memerlukan langkah-langkah pencegahan efektif kebersihan pribadi dan masyarakat. Beberapa pengamanan khusus meliputi: o Pemurnian dari air minum. Ini termasuk tempat-tempat seperti Filipina, sebagaimana disebutkan sebelumnya, tetapi juga termasuk negaranegara seperti Bolivia dan Papua Nugini.

Beberapa pengamanan khusus meliputi: o o o o Pemurnian dari air minum. Penanganan makanan yang tepat. Memperhatikan pembuangan kotoran manusia. Pemantauan kontak dari balantidiasis pasien. Defenisi Balantidium coli merupakan protozoa usus manusia yang terbesar dan satu-satunya golongan ciliata manusia yang patogen, menimbulkan balantidiasis atau ciliate dysenteri.

Penyakit zoonosis yang sumber utamanya adalah babi sebagai reservoir host, hidup di dalam usus besar manusia, babi dan kera. Lingkaran hidup B. Tubuh tertutup silia pendek, kecuali di daerah mulut silia lebih panjang adoral cilia.

Bagian anterior terdapat cekungan dinamakan peristom dan terdapat mulut sitostom , tidak memiliki usus namun dibagian posterior memiliki anus cy;cytoyge. Terdapat 2 inti yang terdiri dari makronukleus maN;berbentuk ginjal dan mikronukleus miN;berbentuk bintik kecil yang terdapat pada cekungan makronukleus. Terdapat vakuole makanan berisi sisa makanan ; bakteri, leukosit, erithrosit, dll dan vakuole kontraktil cv Tropozoit hidup dalam mukosa dan sub mukosa usus besar, terutama di daerah sekum bagian terminal dari pada illeum.

Bergerak ritmis dengan perantaraan cilia. Tropozoit tidak dapat lama hidup di luar badan, tetapi kista tetap hidup selama beberapa minggu. Kista yang dapat hidup di luar badan adalah bentuk infektif.

Bila tertelan oleh hospes baru, maka dinding kista hancur dan trofozoit yang dilepaskan masuk dinding usus, dan memperbanyak diri. Siklus Hidup Infeksi B. Coli terjadi dengan memakan bentuk kista melalui mekanan atau minuman yang tercemar. Di dalam usus halus kista akan mengalami eksistasi menjadi bentuk trofozoid. Bentuk tropozoid ini akan bermultiplikasi dengan cara belah pasang di dalam lumen ileum dan cekum. Di dalam kolon berbentuk tropozoid akan mengalami enkistasimenjadi kista yang akan d keluarkan bersama tinja.

Stadium kista dan tropozoit dapat berlangsung di dalam satu jenis hospes. Hospes alamiah adalah babi, dan manusia merupakan hospes insidentil. Jika kista infektif tertelan di dalam usus besar akan berubah menjadi bentuk tropozoit.

Di lumen usus atau dalam submukosa usus, tropozoit tumbuh dan memperbanyak diri multiplikasi. Jika lingkungan usus kurang sesuai bagi tropozoit akan berubah menjadi kista.

Reproduksi Bentuk vegetatif selain bentuk yang masih makan, juga merupakan bentuk yang berfungsi untuk berkembangbiak dengan cara belah transversal. Mula — mula mikronukleus yang membelah diikuti oleh makronukleus dan sitoplasma sehingga menjadi dua organisme yang baru. Kadang — kadang tampak pertukaran kromatin konjugasi. Reproduksi berlangsung seksual dan aseksual.

Perkembang biakan secara aseksual yaitu dengan belah pasang, yaitu dengan membelah jadi dua parasit yang sama bentuknya. Hanya terjadi bila situasi kurang menguntungkan.

Misalnya tidak ada pejantan. Perkembangbiakan secara seksual terjadi pada pembiakan ini dibentuk sel kelamin, yaitu makrogametosit dan mikrogametosit yang kemudian membelah membentuk makrogamet dan mikrogamet.

Setelah pembuahan menjadi zigot. Inti zigot membelah menjadi banyak yang disebut sporozoit. Proses ini disebut sporogoni. Penularan antar babi satu ke babi yang lainnya mudah terjadi, sekali — sekali dapat menular pada manusia zoonosis. Penularan pada manusia terjadi dari tangan ke mulut atau melalui makanan yang terkontaminasi, misalnya pada orang yang memelihara babi dan yang membersihkan kandang babi ; bila tangan ini terkontaminasi dengan tinja babi yang mengandung bentuk kista dan kista ini tertelan, maka terjadilah infeksi.

Kebersihan perorangan dan sanitasi lingkungan dapat mempengaruhi terjadinya penularan. Di selaput lendir usus besar, bentuk vegetatif membentuk abses- abses kecil yang kemudian pecah manjadi ulkus yang menggaung. Penyakit ini dapat berlangsung akut dengan ulkus merata pada selaput lendir usus besar.

Pada kasus berat, ulkus ini dapat menjadi gangrenyang berakibat fatal. Biasanya disertai dengan sindrom disentri. Penyakit dapat menjadi menahun dengan diare yang di sertai konstipasi, sakit perut, tidak nafsu makan, muntah, dan kakeksia cachexia. Infeksi ringan Balantidium coli biasanya tidak menampakkan gejala, bila parasit hidup dirongga usus besar.

Balantidium coli kadang — kadang dapat menimbulkan infeksi eksterintestinal, misalnya dapat menyebabkan peritonitis dan uretritis. Pernah ditemukan bahwa Balantidium coli di hepar dan pulmo. Bahkan di ekuadorBalantidium coli ditemukan sebagai sindrom disentris dan abses hepar. Diagnosa Secara klinik balantidiasis dapat dikacaukan dengan disentri lain dan demam usus.

Diagnosis tergantung pada berhasilnya menemukan trofozoit dalam tinja encer dan lebih jarang tergantung pada penemuan kista dalam tinja padat, dan tinja harus diperiksa beberapa kali, karena pengeluaran parasit dari badan manusia berbeda-beda. Pada penderita dengan infeksi di daerah sigmoid-rectum, pemakaian sigmoidiskop berguna untuk mendapatkan bahan pemeriksaan.

Diagnosis laboratorium dapat ditentukan dengan pemeriksaan tinja untuk menemukan bentuk kista atau tropozoitBalantidium coli. Balantidiasis 1. Identifikasi Protozoa yang menginfeksi usus besar dan menyebabkan diare atau disenteri diikuti dengan kolik abdominal, tenesmus, nausea dan muntah-muntah. Biasanya disenteri disebabkan oleh amebiasis, dengan kotoran yang berisi banyak darah dan lendir tapi sedikit pus.

Invasi ke peritoneum atau saluran urogenital jarang terjadi. Diagnosa dibuat dengan menemukan trofozoit dari parasit atau kista dari balantidium coli pada kotoran segar, atau trofozoit ditemukan melalui sigmoidoskopi. Penyebab penyakit. Balantidium coli, protozoa besar dengan silia.

Distribusi penyakit. Kontaminasi lingkungan dengan tinja dapat mengakibatkan peningkatan jumlah kasus. Wabah besar pernah terjadi di Equador pada tahun Babi, kemungkinan juga hewan lain, seperti tikus dan primata selain manusia.

Cara Penularan. Dengan menelan kista yang berasal dari kotoran inang yang terinfeksi; pada saat wabah, penularan terutama melalui air yang terkontaminasi. Penularan sporadis terjadi karena masuknya kotoran ke mulut melalui tangan atau melalui air, dan makanan yang terkontaminasi.

Masa Inkubasi. Tidak diketahui, mungkin hanya beberapa hari. Masa Penularan : Selama infeksi.

CONSTRUCTIONAL APRAXIA PDF

Balantidiasis

Morfologi dan Siklus hidup Morfologi Balantidium ini merupakan protozoa usus manusia yang paling besar. Memiliki dua bentuk tubuh yaitu, trofozoit dan kista. Silianya tersusun secara longitudinal dan spiral sehingga geraknya melingkar, sitostoma yang bertindak sebagai mulut pada B. Ada 2 vakuola kontraktil dan 2 bentuk nukleus. Bentuk nukleus ini terdiri dari makronukleus dan mikronukleus. Kista tidak tahan kering, sedangkan dalam tinja yang basah kista dapat tahan berminggu-minggu.

DUST IN THE WIND SUNGHA JUNG TABS PDF

Penyakit Balantidiasis

Balantidium coli adalah parasit jenis ciliate yang bersel tunggal. Bentuk trpoozoit adalah lonjong, berukuran 60 — 70 mikron dan mempunyai dua inti. Bentuk vegetatif bergerak dengan bulu getar yang pendek di seluruh permukaan sel. Pada bagian depan terdapat lubang dengan saluran sederhana yang berfungsi sebagai mulut dengan buluh getar lebih panjang untuk mengambil makanan. Pada balantidium yang berbentuk kista, bentuk tubuhnya lonjong dan berdinding tebal dan berlapis dua dan diantar dua lapisan dinding tersebut terdapat cilia namun dapat menghilang bila dalam bentuk yang matang. Dan berukuran 45 — 65 mikron.

PYARE RASOOL KI PYARI DUAIN PDF

Peradangan pada usus besar kolitis Adanya ulkus pada usus Lubang pada usus pada tahap lanjut Banyak dari gejala-gejala ini tidak spesifik dan dapat disalahartikan untuk penyakit lain. Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Kapan saya harus periksa ke dokter?

Related Articles